Jajaki Kerjasama Bidang Pelatihan K3, PT PMLI Gandeng DK3N

Penandatangan MoU oleh DIrut PT PMLI (kanan) dan Wakil Ketua DK3N (kiri)

Bogor, 26 April 2018. Tahun 2018 merupakan tahun yang sangat penting bagi PT PMLI, karena pada tahun ini PT PMLI mulai menerapkan bisnis model yang baru. Bisnis model baru yang akan diterapkan oleh PT PMLI tersebut bertumpu pada program-program pelatihan publik yang tentunya dari sisi volume dan frekuensi harus lebih besar dibandingkan program pelatihan lainnya. Untuk itu diperlukan upaya dan strategi khusus agar penerapan model bisnis yang baru tersebut dapat terealisasi dengan baik, salahsatunya adalah melalui kerjasama dengan berbagai pihak.

Bentuk kerjasama yang dilakukan oleh PT PMLI salahsatunya adalah dengan menggandeng Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional (DK3N). Bertempat di ruang 302 Gedung Learning & Innovation Center, kerjasama antara PT PMLI dengan DK3N dilakukan melalui penandatangan MoU terkait pelatihan dan pendidikan K3 oleh Direktur Utama PT PMLI Amri Yususf dan Wakil Ketua DK3N Rudiyanto.

Direktur Utama PT PMLI dalam sambutannya mengucapkan terima kasih karena DK3N bersedia untuk melaksanakan kerjasama dengan PT PMLI “kami sangat

Penyerahan Cenderamata dari PT PMLI kepada DK3N

berterima kasih dan merasa bangga karena DK3N mau bekerjasama dengan PMLI. Kami tentu menyadari bahwa DK3N memiliki sumber daya manusia yang ahli dalam bidang keselamatan dan kesehatan kerja,  yang tentunya akan sangat potensial dalam kerjasama khususnya di bidang pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja ini” ucap Amri. Dalam kesempatan tersebut, Amri juga menyampaikan harapannya dengan terjalinnya kerjasama antara PT PMLI dan DK3N dapat meningkatkan jumlah pelatihan publik yang dilaksanakan di PT PMLI.

Di lain pihak Wakil Ketua DK3N Rudiyanto menyampaikan bahwa saat ini permasalahan K3 banyak menimbulkan dampak yang tidak baik karena ada beberapa hal yang tidak memenuhi kriteria persyaratan K3. “DK3N sudah melakukan upaya untuk meningkatkan awareness melalui kerjasama dengan beberapa stakeholder sehingga pelaksanaan K3 tidak hanya berlaku pada saat bekerja, namun juga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari” imbuhnya.

Rudiyanto menambahkan bahwa K3 dalam dunia maritim dan logistik bukan merupakan sesuatu hal yang baru karena sudah ada ketentuan-ketentuan yang berlaku melalui berbagai konvensi. Hal tersebut tentunya perlu diaplikasikan termasuk untuk memenuhi ketentuan regulasi nasional. Sehingga dengan adanya kerjasama ini diharapkan awareness dan pelaksanaan K3  terutama di lingkungan kerja pelabuhan dapat semakin meningkat. (dik/sekper)

Usung Semangat Tumbuh Bersama, PT PMLI Gandeng PT JPPI dan APBMI DKI Jakarta

Penandatanganan Kesepakatan Bersama PT PMLI, PT JPP, dan APBMI DKI Jakarta

Bogor (16/03/2018), Pesatnya perubahan dinamika lingkungan yang menuntut pekerjaan diselesaikan secara cepat telah mendorong berbagai instansi atau lembaga untuk saling bersinergi. Menyikapi hal tersebut, PT Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia (PT PMLI) sebagai lembaga peningkatan perangkat lunak kepelabuhanan dan maritim melakukan sinergi dengan PT Jasa Peralatan Pelabuhan Indonesia (PT JPPI) dan Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) DKI Jakarta.

Sinergi tersebut tertuang dalam kegiatan penandatanganan kesepakatan bersama yang dilaksanakan di Gedung Learning & Innovation Center PT PMLI siang tadi. Penandatanganan kesepakatan tersebut meliputi kerjasama kegiatan pelatihan dan pendidikan SDM Perusahaan Bongkar Muat (PBM) maupun tenaga kerja bongkar muat (TKBM) anggota APBMI DKI dengan PT PMLI, dan juga kerjasama terkait  penyediaan peralatan dan perawatan alat bongkar muat perusahaan anggota APBMI DKI Jakarta dengan PT Jasa Peralatan Pelabuhan Indonesia (JPPI).

Dirut PT PMLI saat Menyampaikan Sambutan

Dalam kesempatan tersebut Dirut PT PMLI Amri Yusuf menyampaikan sambutannya terkait kerjasama yang dilakukan telah sesuai dengan semangat yang diusung oleh PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC “Sinergi kita ini sesuai dengan semangat IPC untuk tumbuh bersama dan saling menguntungkan” ujarnya. Selain itu Amri juga berharap kerjasama ini tidak sebatas pada kegiatan seremonial belaka, tetapi dapat ditindaklanjuti berupa kegiatan-kegiatan konkret yang berdampak pada pemberian kotribusi dari masing-masing pihak yang saling menguntungkan.

Di sisi lain, Dirut PT.JPPI Bimo Widihatmoko menyampaikan harapannya agar hasil dari kerja sama ini dapat meningkatkan kinerja pelabuhan-pelabuhan yang ada di Indonesia agar dapat bersaing dengan pelabuhan-pelabuhan dunia lainnya “Kita berharap dengan kerjasama ini seluruh peralatan pelabuhan dapat memiliki standard tertentu dari peralatan maupun perawatannya sehingga pelabuhan di Indonesia bisa bersaing dengan pelabuhan negara lain” ucapnya. Bimo juga menambahkan bahwa saat ini permintaan terkait perawatan peralatan bongkar muat dari anggota APBMI DKI Jakarta sudah diterima.

Swa Foto Usai Prosesi Penandatanganan

Ketua DPW APBMI DKI Jakarta Juswandi Kristanto sangat berterima kasih dan mengapresiasi atas kerjasama yang dilakukan oleh dua anak perusahaan IPC dengan APBMI DKI Jakarta tersebut. Juswandi juga menyampaikan terkait keinginannya agar tenaga bongkar muat bisa tersertifikasi “Melalui kerjasama dengan PT PMLI ini saya berharap agar SDM bongkar muat dapat memiliki sertifikasi yang ter-standard dengan peningkatan kompetensinya, dan jika ada anggota APBMI yang membutuhkan perlatan dapat bersinergi dengan JPPI” imbuh Juswandi.

Usai kegiatan penandatanganan, para tamu yang hadir diajak untuk meninjau secara langsung fasilitas pelatihan yang tersedia di PT PMLI. (dik/sekper)

Dirut PMLI : Mari Jadikan Values CINTA Sebagai Paradigma Kita dalam Bekerja

Pembacaan Komitmen K3

Dalam  rangka mensosialisasikan dan meningkatkan budaya perusahaan, Jumat pagi (03/02/2018) PT Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia (PT PMLI) menggelar morning briefing yang bertempat di gedung Simulation Center. Dalam kegiatan ini hadir segenap jajaran direksi, managerial, dan pegawai yang ada di lingkungan PT PMLI.

Kegiatan ini merupakan kegiatan perdana yang dicanangkan sebagai kegiatan rutin mingguan yang wajib diikuti oleh setiap pegawai di semua bidang kerja. Selain sebagai ajang mendekatkan pegawai dengan atasannya, kegiatan ini juga menjadi media untuk berkoordinasi secara berkelanjutan terkait program kerja yang akan dilaksanakan, serta evaluasi dari kinerja yang sudah dilakukan.

Pembacaan Value CInta DIpimpin Oleh Dirkeu dan Pengemb. Usaha PT PMLI Edy Purwanto

Dalam kegiatan ini selain dilakukan sosialisasi budaya perusahaan dengan pembacaan values CINTA, juga dilakukan pembacaan komitmen untuk mengedepankan dan mengutamakan K3 oleh seluruh insan PMLI di lingkungan kerja.

Direktur Utama PT PMLI, Amri Yusuf dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas instruksi Direktur Utama IPC (PT Pelindo II (Persero)) untuk melaksanakan sosialisasi dan internalisasi value CINTA baik di cabang maupun anak perusahan IPC Group “kegiatan ini sangat diapresiasi oleh dirut IPC, dan beliau akan menginstruksikan untuk cabang dan anak perusahaan agar melakukan kegiatan serupa” jelasnya.

Perlu diketahui bahwa value CINTA sudah dicanangkan sejak tahun 2016, sementara itu sosialisasi dan internalisasi secara massif diinstruksikan pada tahun 2018 ini. Tujuan dari sosialisasi dan internalisasi value CINTA ini adalah agar seluruh insan IPC Group memiliki kepedulian, awareness dan engagement terhadap value CINTA “apabila value CINTA tersebut kita jadikan sebagai paradigma dalam bekerja, maka visi untuk menjadikan IPC sebagai world class company akan bisa terwujud” imbuh Amri. Kedepannya Amri berharap keberlanjutan dari kegiatan ini dapat dijadikan momentum untuk para atasan agar dapat menyampaikan isu-isu terkini berkaitan dengan lingkungan kerja PMLI.

Dirut PT PMLI Amri Yusuf saat Memberikan Sambutan

Pada kesempatan ini Amri juga berpesan kepada seluruh pegawai bahwa kegiatan ini jangan hanya dijadikan sebagai seremonial rutin setiap pagi, tapi juga memberikan kontribusi untuk dapat meningkatkan kinerja ke arah yang lebih baik dan dapat membentuk pribadi-pribadi yang memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. (sekper)

PMLI Tandatangani Kesepakatan Bersama (MoU) dengan PT Jateka Daya Prima

Penandatanganan MoU antara PT PMLI dengan PT JDP (Dirut PT PMLI (Kiri) dan Dirut PT JDP (Kanan))

Bogor 21 Februari 2018, PT Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia (PT PMLI) sebagai lembaga penyelenggara peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) terutama dalam bidang kepelabuhanan dan maritim, terus berupaya bertransformasi menjadi pilihan utama bagi pelanggan, karyawan dan para pemangku kepentingan dalam mempersiapkan manusia yang unggul serta meningkatkan kapasitas organisasi untuk pengembangan bidang maritim dan logistik. Salah satu usaha yang ditempuh PT PMLI untuk memperkuat kapasitas organisasi yaitu dengan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak baik instansi pemerintah, lembaga pendidikan, BUMN maupun pihak swasta.

Seperti halnya pada hari ini, satu langkah nyata dilakukan oleh PT PMLI melakukan penandatanganan kesepakatan bersama (MoU) dengan PT Jateka Daya Prima (PT JDP). Kesepakatan yang ditandatangani menjadi titik awal dalam menjalankan kerjasama terkait dengan pengembangan SDM di bidang pelatihan tenaga kerja dan sertifikasi profesi untuk mengoptimalkan sumber daya kedua belah pihak.

DIrut PT PMLI Memberikan Sambutan

Berlokasi di gedung IPC Residence, Kampus I Ciawi, kesepakatan kerjasama tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama PT PMLI, Amri Yusuf dan Direktur Utama PT JDP, Yanto Barbarosa. Acara ini juga dihadiri oleh jajaran manajemen dari kedua perusahaan.

Dalam sambutannya, Amri Yusuf menyambut baik tawaran kerjasama dari PT JDP “kami merasa beruntung karena PMLI disupport oleh para senior dan profesional yang sudah lama bergelut pada sektor kemaritiman” ucapnya. Amri juga berharap agar MoU ini tidak hanya sebatas seremoni, tetapi dapat menghasilkan program-program konkret yang bisa dilakukan bersama. Sementara itu, Direktur Utama PT JDP Yanto Barbarosa menyampaikan kesiapannya untuk mendukung program pelatihan PMLI melalui kerjasama yang dilakukan “kami siap membantu PMLI dalam sinergi dan maju secara bersama-sama” jelasnya.

Hadir pula dalam kegiatan ini Ketua IKAPENDA, Azreal Temi yang mempertegas pernyataan Amri Yusuf “IKAPENDA selaku induk organisasi PT JDP tidak hanya gembira menyaksikan penandatanganan MoU, tetapi yang sama-sama kita sangat inginkan adalah capaian sumbangsih terhadap pembangunan SDM di bidang kepelabuhan yang dilakukan oleh PMLI bersama-sama dengan PT JDP” pungkasnya.

Sesi Foto Bersama

Kedua belah pihak bersepakat untuk sama-sama mengawal pelaksanaan kerjasama ini agar dapat terlaksana dengan baik dan mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan SDM Kepelabuhanan Indonesia.

Direktur Utama PT PMLI Luncurkan Buku Mengenai Budaya Korporasi

Prosesi Simbolis Penyerahan Buku dari Penerbit kepada Penulis

Penyampaian Sambutan oleh Penulis

Jakarta (09/02) siang, wajah bahagia terlihat saat Dirut PT PMLI Amri Yusuf menyampaikan sambutannya dihadapan tamu undangan dalam acara peluncuran bukunya yang berjudul Budaya Korporasi : Elemen Fundamental Transformasi Korporasi di store Gramedia Grand Indonesia. Dalam sambutannya tersebut beliau menceritakan bagaimana perjalan karirnya hingga dapat membuat sebuah karya tulis dalam bentuk buku “siang ini saya bahagia sekali, meskipun acaranya sederhana tapi sahabat-sahabat saya yang saya kagumi bisa menyempatkan hadir di sini” ucapnya. Buku yang mengupas budaya korporasi ini sendiri beliau tulis selama sebelas bulan “jadi saya menulis buku ini sejak April 2016 dan selesai pada Februari 2017, saya menulis dari pagi sampai sore secara teratur seperti orang kantoran, jadi saya hanya istirahat untuk sholat dan makan. Hari Selasa saya libur untuk menemani sahabat-sahabat saya ini untuk main golf” ujarnya disusul tawa hadirin yang hadir.
Buku berjilid biru tua ini ditulis berdasarkan fakta yang ditemui bahwa setiap korporasi memiliki konsep dan pendekatan yang begitu beragam dalam mengembangkan budaya korporasinya. Penulisan buku ini juga tidak lepas dari pengaruh pengalaman beliau saat membangun budaya korporasi di Jamsostek yang kini lebih dikenal sebagai BPJS Ketenagakerjaan. Berdasarkan proses transformasi tersebut , dalam buku ini beliau tuangkan berbagai teori dan konsep pengembangan budaya korporasi yang pada faktanya teori tersebut tidak secara langsung dapat berpengaruh secara efektif, namun dibutuhkan seni dan cara tertentu untuk mengadaptasinya agar bisa diimplementasikan dengan baik.

Arvan Pradiansyah Saat Menyampaikan Sambutan

Respon positif terlontar dari para tamu undangan yang hadir pada siang itu salah satunya dari Arvan Pradiansyah Pimpinan ILM Consulting yang juga seorang motivator dan penulis buku “saya tidak pernah menemukan buku karangan orang Indonesia yang bisa masuk ke mana-mana begitu, jadi untuk kalangan professional masuk, untuk para mahasiswa dalam penyusunan thesis maupun disertasi buku ini juga masuk karena pendekatan yang digunakan adalah berdasarkan pengalaman di dalam korporasi” ucapnya. Arvan juga menambahkan bahwa buku yang ditulis secara disiplin ini diyakini akan sangat dicari oleh banyak orang untuk bisa melakukan perubahan secara komprehensif padan sebuah korporasi.
Dalam acara peluncuran buku tersebut hadir para tamu undangan sekaligus para sahabat beliau, diantaranya :
1. Arvan Pradiansyah, Pimpinan ILM Consulting
2. Herdy Trisanto, Dirut Dana Pensiun Pegawai Pelabuhan
3. Agus Supriyadi, mantan Direktur BPJS Ketenagakerjaan
4. Prof. Dr. dr. Fachmi Idris, Dirut BPJS Kesehatan
5. Naufal Mahfuz, Dirum dan SDM BPJS Ketenagakerjaan
6. Lakoni Brama, Dirut PT Nayaka Era Husada
7. Hotbonar Sinaga, Mantan Dirut BPJS Ketenagakerjaan
8. Adi Setyanto, Direktur Bank BTN
9. Disril Revolin Putra, Direktur SDM Bio Farms
10. Abdur Rahman I. Deputi Direktur Bidang Learning BPJS Ketenagakerjaan
11. Zulkifli Zaini, Komisaris Independen Bank Negara Indonesia (BNI)
12. Edy Purwanto, Direktur Keuangan dan Pengembangan Usaha PT PMLI

Sesi Foto Bersama Penulis dengan Tamu Undangan

Karir Penulis :
1. Direktur Keuangan PT Samudranayaka Grahaunggul (2004-2007)
2. Komisaris PT Pusako Tarinka, Tbk (2010-2012)
3. Direktur Umum dan SDM PT Jamsostek (Persero) (2012-2013)
4. Direktur Umum dan SDM BPJS Ketenagakerjaan (2014-2016)
5. Direktur Utama PT Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia (2017-saat ini)

Iformasi Buku : https://kompas.id/gerai/belanja/buku/budaya-korporasi/
(dik/sekper)

Kekompakan Direksi, Manajer dan Staf Setiap Divisi PT PMLI

Pemaparan Materi oleh Trainer

Antusiasme Peserta dalam Melakukan Simulasi Bisnis yang Diberikan

Bogor (08/02) siang, keseruan dan keseriusan nampak terasa di ruang 105 Gd. Learning & Innovation Center PT PMLI. Segenap Direksi, Manajer serta pegawai PT PMLI larut dalam keseruan acara Business Simulation for Everyone yang dilaksanakan siang tadi. Setiap peserta yang terbagi ke dalam lima kelompok nampak antusias menerima pengarahan trainer dari NuPMK. Para peserta saling bahu membahu untuk melakukan simulasi dengan istilah Apple Oranges ini dengan penuh kekompakan.  Tak jarang gelak tawa juga terdengar di sela-sela mereka berdiskusi pada kelompok masing-masing.

 

 

Sesi Foto Bersama Peserta dan Trainer

Kegiatan ini sendiri dilakukan dengan tujuan membangun pengelolaan bisnis yang efektif melalui pemahaman terhadap faktor-faktor yang dapat mendorong kinerja bisnis itu sendiri. (dik/sekper)

 

 

 

Rakernas Usai, Direksi IPC Pusat Harapkan Kotribusi Cabang dan Anak Perusahan Lebih Meningkat

Direktur Pengelolaan Anak Perusahaan (Dir PAP) IPC Riry Syeried Jetta Menyampaikan Sambutan Penutupan

Bogor (30/1) malam, usai sudah rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IPC Tahun 2018 yang dilaksanakan di Gedung Pendulum Nusantara Hall PT PMLI. Menyongsong tahun 2018 jajaran direksi IPC (PT Pelindo II (Persero)) sangat berharap kepada seluruh kantor cabang dan anak perusahaan IPC dapat memberikan kontribusi demi tercapainya visi IPC sebagai pelabuhan kelas dunia, hal tersebut disampaikan Direktur Pengelolaan Anak Perusahaan (Dir PAP) Riry Syeried Jetta dalam sambutan penutupan Rakernas IPC Tahun 2018. “Saya mengharapkan agar kita semua aware, karena tahun 2018 merupakan tahun yang penuh tantangan bagi kita semua. Karena kita semua tahu bahwa IPC telah meletakkan visi yang sangat jauh dan sudah mendapat perhatian dari pemerintah dan pemegang saham” ucap Riry. Sehingga kreativitas dan inovasi sangat diharapkan dari seluruh direksi cabang dan anak perusahaan untuk tetap menjadikan IPC dapat diperhitungkan dan tetap memiliki nilai yang baik dari segala aspek. Sebuah pantunpun Riry sampaikan untuk menutup sambutannya,

Pergi ke pasar membeli beras

Beras dimasak enak rasanya

Usai sudah kita berakernas

Mari bekerja lebih semangat

Di hari terakhir penutupan Rakernas IPC Tahun 2018 ini, Direksi IPC juga memberikan beberapa penghargaan sebagai bentuk apresiasi hasil kinerja sekaligus pemicu semangat  untuk meningkatkan kinerja di tahun-tahun berikutnya.

Berikut ini adalah daftar pemenang beberapa kategori penghargaan :

  1. Cabang Terbaik kategori Kepuasan Pelanggan diraih oleh IPC Tanjung Priok dengan total skor 4,46.
  2. Cabang Terbaik kategori Loyalitas Pelanggan diraih oleh IPC Pontianak dengan total skor 4.90.
  3. Anak Perusahaan Terbaik kategori Kepuasan Pelanggan diraih oleh PT Indonesia Kendaraan Terminal (PT IKT) dengan total skor 4.71.
  4. Anak Perusahaan Terbaik kategori Loyalitas Pelanggan diraih oleh PT Jasa Armada Indonesia, Tbk (PT JAI) dengan total skor 4.96
  5. The Most Inspiring General Manager (GM) diraih oleh GM IPC Bengkulu Drajat Sulistyo.
  6. The Most Inspiring Chief Executive Officer (CEO) Subsidiary diraih oleh CEO IPC Terminal Peti Kemas M. Adji. (dik/sekper)

Peraih Penghargaan Cabang Terbaik

Peraih Penghargaan General Manager dan Chief Executive Officer Terbai

Peraih Penghargaan Anak Perusahaan Terbaik

 

Dirut PMLI : Kami Berharap Seluruh IPC Group Menjadikan PMLI Sebagai Mitra Kerja

Direktur Utama PT PMLI Saat Memaparkan Hasil Kinerja PT PMLI

Bogor (30/1) malam, Direktur Utama PT Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia (PT PMLI) Amri Yusuf mengucapkan terima kasih kepada jajaran Direksi IPC (PT Pelindo II (Persero)) atas pelaksanaan restrukturisasi PT PMLI, hal tersebut disampaikan oleh Amri pada saat pemaparan kinerja PT PMLI dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IPC Tahun 2018. Hasil dari restrukturisasi tersebut, PT PMLI pada tahun 2017 untuk pertama kalinya dapat meraih laba “berdasarkan hasil restrukturisasi, untuk pertama kalinya PMLI dapat meraih laba sejak pertama kali berdiri” ucap Amri yang langsung mendapatkan tepuk tangan dari peserta Rakernas.

Dalam pemaparannya, Amri juga menyampaikan hasil kinerja trahun 2017 yang menunjukkan trafik penurunan angka pelatihan dari segi kuantitas dibandingkan tahun 2016. Namun dari segi jumlah peserta pelatihan justru memberikan pendapatan yang lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Sayangnya ketidaksetaraan antara jumlah kelas yang tersedia dengan jumlah penginapan masih menjadi tantangan tersendiri yang harus dihadapi PT PMLI. “Pada dasarnya kelas yang kita miliki tiap bulannya mampu menampung ribuan peserta, namun karena ketidaksetaraan antara jumlah kelas dengan jumlah penginapan menyebabkan tidak semua pelatihan bisa kita terima” jelas Amri.

Berdasarkan RKAP PMLI tahun 2017 sebesar 76 Miliar dianggap Amri tidak realistis, karena pada tahun 2016 realisasi kinerja PMLI hanya sekitar 39-40 Miliar “sehingga apabila pada tahun 2017 pencapaian kami hanya 44 miliar dan tidak mampu mencapai 76 miliar memang disebabkan karena angka tersebut tidaklah realistis” lanjut Amri. Menyongsong tahun 2018 ini, dengan model bisnis PMLI yang baru Amri berharap capaian yang mampu diraih PMLI bisa lebih realistis, adapun RKAP tahun 2018 yang diajukan adalah sebesar 49 Miliar. Selain itu, model bisnis PMLI di tahun 2018 akan berfokus tidak hanya pada penyelenggaraan pelatihan dan konsultasi, namun juga berfokus untuk menjadi PT PMLI sebagai learning facility management, sehingga beban yang selama ini memberatkan PT PMLI menjadi beban IPC sebagai pemilik aset.

Sementara itu, berkaitan dengan model bisnis yang baru Amri berharap kontrak biaya pemeliharaan aset yang dipercayakan kepada PMLI agar bisa segera diselesaikan “kami berharap kontrak pembiayaan pemeliharaan aset yang dibebankan kepada PMLI agar segera dapat diselesaikan, supaya kami bisa melakukan penagihan” lanjut Amri. Harapan lain yang disampaikan Amri dalam pemaparannya adalah agar seluruh IPC Group dapat menjadikan PMLI sebagai mitra dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM). “Kami memang belum sempurna, namun apabila Bapak dan Ibu mempercayakan pengembangan SDM kepada kami, kami pastikan akan memberikan yang terbaik tentu dengan biaya yang tidak terlalu mahal” tegas Amri.

Dirut PT PMLI Menyimak Masukkan dari BoD IPC

Direktur Pengelolaan Anak Perusahaan (Dir PAP) IPC Riry Syeried Jetta mengamini apa yang diharapkan oleh Amri. Riry menyatakan akan membuat semacam mandatory untuk seluruh anak perusahaan IPC agar menjadikan PMLI sebagai m

itra dalam pengembangan SDM. “Sinergi kita tidak berfokus pada bisnis, keberpihakan kita juga untuk mengembangkan diri kita sendiri. Jika kita tidak menggunakan program kita sendiri kemudian pihak lain yang justru menggunakan, apa kita tidak malu?” ungkap Riry. Riry juga menambahkan dalam proses pembuatan mandatory tersebut akan melakukan pengecekan terhadap KPI di seluruh anak perusahaan IPC. Masukkan lain yang diberikan BoD untuk PMLI pada Rakernas tahun ini adalah terkait pemeliharaan fasilitas, peningkatan komersialisasi PMLI dan sistem penagihan anggaran kepada Kantor Pusat IPC.

Menutup sambutannya Amri menyampaikan tiga hal utama, diantaranya ketiadaan data spesifik terkait besaran anggaran pengembangan SDM di masing-masing anak perusahaan IPC, potensi PMLI untuk menjadi penyedia fasilitas pengembangan SDM bagi BUMN khususnya di Jabodetabek yang sangat terbuka lebar namun masih terhambat dengan jumlah fasilitas penginapan, serta agar fasilitas assessment center yang dimiliki PT PMLI dapat diperbaharui sesuai dengan fasilitas yang dimiliki lembaga yang sudah memiliki lisensi. (dik/sekper)

 

Dirut PT PMLI : Tahun 2018 Adalah Tahun yang Penuh dengan Tantangan

Dirut PMLI Memberikan Arahan Kepada seluruh Pegawai

Bogor (17/01) pagi, mengawali tahun baru 2018 jajaran Direksi PT PMLI memberikan arahan kepada seluruh pegawai PT PMLI. Kegiatan yang dihadiri oleh seluruh jajaran manajerial dan pegawai PT PMLI ini berlangsung di kafetaria Gedung Learning & Innovation Center.

Dirut PT PMLI Amri Yusuf memberikan arahannya kepada seluruh pegawai mengenai tantangan besar yang harus dihadapi oleh PT PMLI di tahun 2018. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan model bisnis PMLI yang baru akan bertumpu pada 6 pilar utama. Pilar pertama adalah terkait dengan pendidikan dan pelatihan, di tahun 2018 ini PT PMLI akan lebih banyak memberikan pelayanan pendidikan dan pelatihan publik “di tahun 2018, kegiatan pendidikan dan pelatihan PT PMLI akan lebih banyak to public, sementara pendidikan dan pelatihan internal IPC akan di serve oleh divisi Corpu yang ada di pusat” tegasnya, sehingga posisi PMLi dalam hal ini adalah menjadi mitra kerja.

Pilar berikutnya adalah terkait dengan permohonan PT PMLI untuk ditunjuk menjadi learning facility management, sehingga aset yang berada di kampus ciawi dan walang pengelolaannya diserahkan pada induk perusahaan dan PMLI mendapatkan masukkan pendapatan dari hasil pengelolaan tersebut. “sampai saat ini kita sudah ajukan besaran anggarannya, mudah-mudahan proposal yang kita ajukan bisa diterima” lanjutnya.

Dirut PMLI Memimpin Pegawai Menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya

Aktivitas konsultasi dan assessment center menjadi pilar ke tiga, di mana PMLI akan lebih aktif untuk menjadi konsultan bagi IPC Group maupun entitas bisnis lain sehingga fasilitas assessment center yang saat ini dimiliki oleh PMLI akan mulai dioptimalkan dan dipasarkan kepada publik. Sampai saat ini PMLI sudah mempersiapkan perangkat pendukung agar di tahun 2018 program ini dapat terlaksana.

“Pilar yang ke empat adalah transformasi MICE yang lebih mengembangkan diri untuk melakukan aktivitas EO” ungkap Amri. PMLI nantinya akan melakukan aktivitas EO untuk IPC Group terkait penyelenggaraan kegiatan yang melibatkan banyak orang, sehingga diharapkan PMLI dapat dipercaya untuk dapat meng-handle aktivitas tersebut. Pengalaman sebelumnya dari aktivitas EO yang sudah dilakukan ternyata mendapatkan apresiasi dari Direktur Utama IPC Elvyn G. Masassya, sehingga ke depan aktivitas pasar jenis ini bisa dipercayakan kepada PMLI.

Pliar selanjutnya yang saat ini sedang diupayakan adalah menjadikan PMLI untuk dapat melakukan aktivitas manpower supply khususnya skill labour. Dalam program ini PMLI melakukan aktivitas pendidikan kepada para individu untuk dapat menjadi tenaga kerja terlatih yang hasilnya dapat disalurkan kepada pihak atau instansi yang membutuhkan. Proses yang saat ini sedang dilakukan adalah melakukan pengurusan izin kepada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), “harapannya kedepan jika izin sudah keluar, aktivitas ini berjalan PMLI dapat menjadi salah satu penyalur tenaga kerja khususnya untuk skill labour” terang Amri. Bahkan beliau menambahkan sudah ada pemikiran untuk menjadikan PMLI sebagai head hunter apabila IPC membutuhkan tenaga professional untuk mendukung aktivitas perusahaan, maka PMLI dapat diandalkan untuk melakukan seleksi dan mengajukan hasilnya kepada IPC.

Pilar terakhir yang menjadi tumpuan PMLI dalam menjalankan model bisnis yang baru adalah Learning Delivery Partner. PMLI kedepannya akan menjadi mitra kerja DIvisi Corpu yang saat ini mulai dibentuk oleh IPC. “Pilar-pilar tadi yang akan menjadi tumpuan kita dalam menjalankan model bisnis yang baru, sehingga beban yang tidak sanggup kita tanggung menjadi beban IPC, dan PMLI bisa berfokus pada model bisnis yang baru sesuai” pungkas Amri.

Pemberian Penghargaan Kepada Pegawai Terbaik PMLI Tahun 2017

Selain memberikan arahan terkait model bisnis baru PMLI, Amri Yusuf juga memberikan penghargaan kepada para pegawai terbaik PT PMLI tahun 2017 dan melakukan pengukuhan kepada Pegawai Kontrak Waktu Tertentu (PKWT). Di akhir kegiatan, seluruh pegawai PKWT diajak untuk membentuk kepengurusan koperasi PMLI yang dipimpin langsung oleh Direktur Keuangan dan Pengembangan Usaha Edy Purwanto. (dik/sekper)

PMLI Menerima Kunjungan Disnaker Kab.Bogor

Swa Foto Perwakilan Disnaker Kab. Bogor dengan Edy Purwanto DIrektur Direktur Keuangan dan Pengembangan Usaha PT PMLI

Rabu (27/12) siang, PT Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia (PT PMLI) menerima kunjungan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kab. Bogor. Kunjungan ini diterima secara langsung oleh Edy Purwanto selaku Direktur Keuangan dan Pengembangan Usaha PT PMLI didampingi Manager Sekretaris Perusahaan Fajar Setyono. Kunjungan Disnaker Kab. Bogor siang tadi merupakan rangkaian kegiatan Sosialisasi Pengurusan Perijinan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) PT PMLI. Dalam kunjungan ini hadir Ir. H. Zulkifli, Irza S.Pd, M.M, Ir. Suratmi M.Si, dan Drs. Asep Tata S., M.Si. Selain melakukan kegiatan sosialisasi, rombongan Disnaker Kab. Bogor juga melakukan peninjauan secara langsung terhadap fasilitas yang dimiliki oleh PT PMLI. (uas)